WORD CLOTING
Said clothing is a word that has no special meaning or significance that is used as a descriptive noun placed before the noun. Clothing itself depends on the meaning of words with the meaning of words behind him.
Said function Sandang
In Indonesian, said the clothing has the following functions:
1. Distinguish a word or phrase.
Example:
Studious definitely going to be smart.
Studious mean those who diligently studied.
2. Establish a noun or pronoun.
Example:
The audience follows the seminar with great enthusiasm.
The audience is meaningful only people present.
Miscellaneous clothing word and example sentence:
There are some words of clothing to be grouped by function. Here is an explanation of the types of clothing words.
A. The word clothing stating the amount of the single
Words such as his clothing, sri, hang, dang, hyang give meaning a single word or afterwards.
Example:
1. the
Sang used to call human, inanimate objects or other living beings aims to exalt the dignity or satirical.
Example:
The king gives his throne to heirs. (Exalted dignity)
The frog does not seem to scrape again today. (quip)
Sang Saka red and white flying in the sky Indonesia.
2. Sri
Sri said clothing used as human persons with the name of a higher position.
Example:
Sri Sultan Mahmud left the palace to see the people.
Sri king ordered all citizens to attend his son's wedding.
3. Hang
The word is also used to hang clothes to honor someone, but used the old sastar.
Example:
Hang Tuah met with Hang Bae to negotiate.
Hang musk is a hero defenders of truth Malays.
4. Dang
Use of the article "Dang" the same as "Hang", but specifically for women.
Example:
Dang Shinta proposed by Hang Jebat.
It looks beautiful Dang Siti thus making all the men in his village after it.
5. Hyang
Especially for clothing Hyang word used to refer to the gods and goddesses.
Example:
Hindus in Indonesia worship their god, Hyang Widhi.
6. The
The article "The" is usually used as forming or substitute the name of God.
Example:
The Oft-Forgiving, forgive all my sins and my parents.
This event has been organized by the Almighty.
Submit your problem to the Most Just.
Sabtu, 12 Maret 2016
SISTEM
PENCERNAAN MANUSIA
1. Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia
Sistem
pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari
makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem
pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sistem
pencernaan pada manusia hampir sama dengan sistem pencernaan hewan lain yaitu
terdapat mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan kotorannya melewati anus.
Proses pencernaan pada manusia terbagi atas 5 macam yaitu:
1.1.
Injesti
Adalah proses
menaruh atau memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan tangan atau
menggunakan alat bantu seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.
1.2.
Pencernaan Mekanik
Proses
pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut.
Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil
pada burung merpati. Proses ini bertujuan untuk membantu untuk mempermudah
proses pencernaan kimiawi. Proses ini dilakukan secara sadar atau sesuai dengan
keinginan kita.
1.3.
Pencernaan Kimiawi
Proses
pencernaan kimiawi yaitu proses mengubah molekul-molekul zat makanan yang
kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna.
Pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, ‘bile’, dan air. Proses ini
dilakukan secara tidak sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.
1.4.
Penyerapan
Penyerapan
adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan
‘lymphatic capallaries’ melalui osmosis, transport aktif, dan difusi.
1.5.
Penyingkiran
Yaitu
penyingkiran/pembuangan material yang tidak dicerna dari ‘tract’ pencernaan
melalui defekasi.
2. Organ Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia
Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan
terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu:
2.1.
Saluran Pencernaan
Saluran
pencernaan adalah saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot.
Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih
kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang
termasuk di dalam nya adalah : mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus
serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui
anus.
2.2.
Organ pencernaan tambahan (aksesoris)
Organ pencernaan
tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan
kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta
kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah
saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang
berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu,
beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas.Organ
Sistem Pencernaan pada Manusia
Terdapat 6 organ
utama dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus,
usus besar, dan anus. Berikut adalah 6 organ pencernaan manusia beserta
bagian-bagiannya.4. Proses Pencernaan Makanan Dalam Sistem Pencernaan Pada
Manusia
Pertama-tama,
pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu
proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan
enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut
yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa).
Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja
dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
Makanan
selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun
ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung,
makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai
berikut:
Renin, berfungsi
mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki
oleh bayi.
Pepsin,
berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
HCl (asam
klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai
disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin
pada usus halus.
Lipase,
berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase
yang dihasilkan sangat sedikit.
Setelah makanan
diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan
dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat
enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:
Amilase. Yaitu
enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
Lipase. Yaitu
enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Tripsinogen.
Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang
mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap
oleh usus halus.
Selain itu,
terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam
kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus
dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu
(bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu
berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang
telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna
empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya
makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan
kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna
menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein
dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses
pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses
penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di
usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam
bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino.
Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh
usus halus.
Makanan yang
tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan
menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri
Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan
menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga
menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh
memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar.
Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Selanjutnya
sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan
defekasi dan dilakukan dengan sadar.
3. Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Gangguan pada
sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya-pun bermacam-macam, di
antaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan,
keseimbangan nutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan
kelainan pada organ pencernaan.
Ada beberapa
gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan pada manusia.
Diantaranya:
3.1.
Gastritis
Merupakan suatu
peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung.
Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan
juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.
3.2.
Hepatitis
Hepatitis
merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat
masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.
3.3.
Diare
Diare terjadi
karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases
penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan
yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus
tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat
menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan
nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit
desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.
3.4.
Konstipasi
Konstipasi atau
yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami
seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit
disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases
kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda
buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi
makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran
berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.
3.5.
Apendisitis
Apendisitis
merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah
adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya, timbul rasa
nyeri dan sakit.
3.6.
Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Hemoroid/Wasir/Ambeyen
merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang
sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan
ini.
3.7.
Maag
Orang yang
mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual,
muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam
lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan
lain sebagainya.
3.8.
Keracunan
Keracunan
makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri
Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.
3.9.
Tukak Lambung
Tukak lambung
adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput
lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin,
ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan
faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung.
Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.
3.10.
Malnutrisi (kurang gizi)
Yakni penyakit
yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan
tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak
reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat
kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.
4. Organ Sistem Pencernaan pada Manusia
Terdapat 6 organ
utama dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus,
usus besar, dan anus. Berikut adalah 6 organ pencernaan manusia beserta
bagian-bagiannya.
4.1.
MULUT
Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam
mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut
bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap rasa
makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi pencernaan
mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi (dengan ludah yang
mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut beserta
bagian-bagiannya:
Mulut terdiri dari:
Langit-langit
Gigi
Gusi
Tulang langit-langit
Pembuluh darah dan saraf langit-langit
Amandel
Lidah
Anak lidah
4.2.
Kerongkongan
Kerongkongan
adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga esofagus.
Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan
berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak
peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta
bagian-bagiannya:
Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian
yaitu:
Bagian superior yang sebagian besar
terdiri dari otot rangka.
Bagian tengah yang terdiri dari
campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.
Bagian inferior yang terdiri dari otot
polos.
4.3.
Lambung
Lambung adalah
organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak
lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan
kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam
lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:
Lambung terdiri
dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas
lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi
untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali.
Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut
sfingter pilorus.
4.4.
Usus Halus
Usus halus
adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses
pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim
erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus
yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol
diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol
diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus
beserta bagian-bagiannya:
Di usus halus juga terdapat duodendum (usus
dua belas jari), jejunum, dan ileum.
4.5.
Usus Besar
Usus besar
adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil
pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada
organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan
bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagian-bagiannya:
Struktur usus besar terdiri dari:
Usus buntu
Kolon asedens (kolon naik)
Kolon transversum (kolon datar)
Kolon desendens (kolon turun)
Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum
dikeluarkan melalui anus.
4.6.
Anus
Anus atau dubur
adalah penghubung antara rektum dengan lingkungan luar tubuh. Di anus terdapat
otot sphinkter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama anus
adalah sebagai alat pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar).
Berikut adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:
Di anus terdapat
otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter adalah untuk membuka
atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum adalah untuk menyimpan feses
sementara waktu.
Gambar:
SUMBER: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2012/10/sistem-pencernaan-pada-manusia-materi_25.html
ECOSYSTEM
RICE
These
ecosystem Rice and Komponen-Komponennya the ecosystem the field is one of the
artificial land on earth. But not all the land can't afford to be made
sedimikian a way into the farm, this is because the farm has a specific
characteristic which was built by the abiotik and biotik. The components of
ecosystems on the farm, among others :
a.
Components Abiotik
The element of
the constituent ecosystems of some can be controlled by humans which is
influenced by nature, you know abiotik of the fields, among others.
In the fields are dominated by plant
cultivation membuatcahaya that go into it evenly, because it is not covered by
a canopy of leaves like on the ecosystem the (The height of ecosystem the field is
relatively the same). Maksimal of daylight allow photosynthesis process that
took place be the maximum thus not only plant cultivation of the maximum to do
photosynthesis but also plants – of wild like grass, scrub, algae successfully
conduct photosynthesis.
1.Oxygen
Oxygen
saturation is telarut on the ground is growing with piracy that be done by
humans. It could increase nutrients that contained in the ground thus, the
plants flourishing and good growth.
2. Land
The presence of
animals – the animals that live in the ground like a worm to help menggenburkan
the ground as well as improve the nutrients contained therein. The humidity and
a pH of soil is also very suitable for the growth of plants and organisms.
3.Water.
Of course water
to kompone abiotik a very important to start a life. All organisms are need a water
to grow and develop their body. In the fields, water is earned with waiting for
the hujam (of the rainfed) or can also with irrigation. For farmers who rely on
the water from the rainy season will certainly affect the planting crops the
primary, thus will be occupied by plants – of the wild.
b.Components Biotik
The element of
biotik that can be found on the ecosystem of farmland could be differentiated
into :
1. The primary
Vegetasi the
plant's primary are the plants that are deliberately planted by humans (given
the ecosystem is the target). For example, it is must have as the main plant in
an ecosystem on the farm..
To get good
growth in plants, humans do all treatments ranging from the provision of
fertilizer, the eradication of pests, aerate the soil, and irrigation.
Therefore the growth of plants, especially the highly dependent on the
processing by human (beyond the aspect of quality seeds).
2. Plants are secondary
It is also known
as plants, wild or pests, because it's going on because the abiotik in the
field support for growth, secondary can disrupt the growth of the primary
because each other for the nutrients from the ground.
Therefore
farmers will usually turn off the growth of plants has to spray herbicide or
pull it out. But the use of herbicides can pollute the water around the farm.
The grass and plant shrubs is of secondary that grew up in the fields.
3. An animal
The animals are
present in the fields are animals, animals pedatang because the presence of
components biotik other component abiotik. Like, frogs, snakes, rats, birds,
insects.
Animals -
animals is acting as a consumer of the presence of something else, as this
mouse mamakan of rice crops, then the snake's prey on mice and ferrets or eagle
can be present to memangsaular. The presence of dekomposer to increase the
wealth of biodiversity and supporting the return of elements of organic to the
world that help improve soil fertility, assisted also by detritivor like a worm
that will take the rest of the rest of the organic compounds that have been
teruraikan..
Although the
fields is the artificial or target, not completely be controlled by human
beings, as is also a major effect on the establishment of the ecosystem was. By
interactions that occur in the fields it very well, the presence of plants,
wild and animals, animals add to the biological wealth contained therein, as
well as keeping kestailan an ecosystem.
gambar
the source: www.kelasipa.com
Langganan:
Postingan (Atom)

